Selasa, 08 April 2014

Kekuatan Asmaul Uzma



Kekuatan Asmaul Uzma

Diberitahukan dalam Al-Qur’an, bahwa Allah mempunyai “Asmaul Husna” nana-nama yg indah. Allah tidak menjelaskan ada berapa nama-Nya. Allah hanya memberitahu  dan memerintahkan kita untuk berdo’a dengan-Nya. Kemudian Rasulullah Saw, menjelaskan bahwa Asmaul Husna ada sembilan puluh sembilan (Hadits Shaheh). Namun Rasulullah Saw, tidak merinci apa saja yang sembilan puluh sembilan itu. Atas Iztihad “Imam Al-tarmidzi” dan beberapa perawi, disebutkan nama-nama yang sembilan puluh sembilan sebagai rinciannya (lihat beberapa riwayat dalam table). Dan riwayat inilah yang paling masyhur, meski banyak riwayat lain yang menyebutkan  juga.

Allah SWT, berfirman: bagi Allah nama-nama yang indah, maka berdo’alah dengannya. Rasulullah Saw, bersabda, dan sabdanya dalam wahyu. Beliau menjelaskan bahwa Allah mempunyai “Asmaul Uzma”. Barangsiapa yang berdo’a dengannya akan dikabulkan, dan barangsiapa yang meminta dengannya akan diberikan.

Penjelasan Rasulullah Saw, tersebut mengokohkan firman Allah, sekaligus meyakinkan kepada umatnya betapa kekuatan dan kedasyatan nama-nama Allah. Namun nama Allah yang mempunyai kekuatan dasyat itulah yang disebut “Asmaul Uzma” nama-nama yang teragung ketika Allah SWT memberitahu nama-nama-Nya, secara tersurat Allah tidak menyebutkan jumlahnya dan juga tidak menerangkan khasiatnya dan kehebatannya. Allah hanya menyuruh kita untuk berdo’a dengan nama-nama-Nya. Dan Rasulullah yang memberitahu khasiat dan keistimewaan  nama-nama Allah.

Apa beda Asmaul Husna dengan Asmaul Uzma?

Asmaul Husna dengan Asmaul Uzma sama-sama nama Allah. Bedanya, Asmaul Uzma disebutkan oleh Rasulullah Saw, secara “khusus”, sedangkan Asmaul Husna secara Umum. Khusus, berarti ada keistimewaannya. Ada sesuatu yang luar biasa, ada rahasianya, ada keajaibannya, dan tentu ada khasiatnya. Jika kita berdo’a dengannya Asmaul uzma. Allah akan mengabulkan permohonan kita, jika kita meminta dengan Asmaul Uzma. Allah akan memberikan keinginan kita. Mengabulkan kita ingin do’a kita dikabulkan? Tidakkah kita ingin permintaan kita dikabulkan? Sekali lagi. Asmaul Uzma menjadi jaminan. Asmaul Uzma senjata multi fungsi yang tidak diragukan keampuhannya.
Apa saja Asmaul Uzma itu?
Sebenarnya dalam hadits, Rasulullah menyebutkan”Al-Ismu Al-‘Azham”  berarti “teragung” kata ini jika dikaji secara mendalam sungguh mempunyai bobot yang tidak terangkat, didalamnya ada kekuatan dan khasiat yang sangat dasyat dan luar biasa. Jika kata itu dijamakan (bentuk plural) dan menjadi:Na’at” (sifat) kata Al-Asma, menurut kaidah bahasa arab harus berubah menjadi”Al-Uzma”. Karenanya ketika digabung menjadi “Asmaul Uzma”(diucapkan Asmaul Uzma, artinya: nama-nama yang teragung).
Menurut para ulama, Asmaul Uzma jumlahnya banyak. Dan Asmaul Husna adalah bagian dari Asmaul Uzma. Berikut ini Asmaul Uzma.
1.                        Allah  lafdzul jalalah Allah tidak seperti nama-nama yang lain Al-Qur’an menyebutkan: Imam Syafi’I, Al-Khattabi. Al-Haramaian dan Al-Ghazali mengetakan bahwa lafzul jalalah, Allah berasal dari Isim Jamid (nama yg asli). Bukan kata musytaq (bentuk lain) dari sifat Allah. Menurut Imam sibawen ahli Nahu (kata bahasa arab) (Allah) asalnya (lahu) ditambah (Alif dan Lam) supaya menjadi sangat Agung. Sedangkan nama-nama yang lain adalah musytaq (bentukan) dari kata sifat.
2.                        Ar-Rabb. Lihat didalam Al-Qur’an, para Nabi selalu menggunakan kata”Rabb” dalam berdo’a misalnya: Rabbana  aatinaa. Rabbana laa tuzighquluubana. Rabbana hablanaa. Rabbi adkhilnii.
3.                        Al-Qur’an. Ibnu ‘Abbas berkata: nama Allah Al-Qur’an diucapkan oleh Nabi Isa ketika menghidupkan orang yang sudah mati.
4.                        Setiap nama Allah yang disebut dengan ikhlas adalah Asmaul uzma.
5.                        Al-Hayyu dan Al-Qayyuum, seperti disebutkan dalam beberapa hadits.
6.                        Nama itu dirahasiakan Allah, seperti dirahasiakannya”Laitatul Qadar” dan waktu “Mustajab” dihari jum’at.
7.                        Huruf-huruf  yang disebutkan diawal-awal surat dalam Al-Qur’an, seperti: Aliif, Lam Mim Shaadh, Ha Mim, Kaaf Haa,Yaa,’Aiin Shaadh, dsb.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ali bin Abi Thalib bahwa Huruf”Muqath-tha’ah” (penggealan huruf) didalam Al-Qur’an adalah nama Allah yang teragung. Abu Bakar Assidiq berkata: sesungguhnya di dalam Al-Qur’an itu ada rahasia, dan rahasia Allah yang ada dalam Al-Qur’an adalah awal-awal surat yang terdiri dari huruf-huruf “Muqath-tha’ah”.
8.                        terdapat dalam ayat-ayat tertentu sebagaimana disebutkan oleh hadits Rasulullah Saw, dan terangkum dalam kalimat yang diberikan Rasulullah Saw, Insya Allah akan dijelaskan sesudah ini.
9.                        seluruh Asmaul Husna adalah Asmaul Uzma. Insya Allah akan dijelaskan dalam bab: dasyatnya Asmaul Husna.
Keistimewaan dan Rahasia “Asmaul Uzma”

Abdullah bin Shaleh Al-Ghashan dalam bukunya” Asmaul Husna” menyatakan bahwa nama Allah tidak bisa dihitung dalam bilangan tertentu, tidak ada Nas Sakhih yang menunjukan kepastian bilangannya. Sedangkan hadits yang berbunyi”Sesungguhnya bagi Allah sembilan puluh sembilan nama, barangsiapa yang mengekplorasikannya dia akan masuk syurga”.tidak menunjukan pembatasan nama Allah.

Imam Nawawi memberikan penjelasan: Ulama sepakat bahwa hadits tersebut tidak menunjukan batasan (hitungan) nama Allah SWT. Hadits tersebut menunjukan arti bahwa Allah tidak mempunyai nama selain sembilan puluh sembilan”, Rasulullah dalam sebuah do’a, menyebutkan bahwa nama Allah ada yang disebutkan dalam kitab-Nya, ada yang diajarkan kepada hamba-Nya, dan ada yang disimpan didalam (Ghaib) yang ada disisi-Nya, (HR Ahmad), yang diajarkan kepada hamba-Nya ada beberapa kita tidak tahu. Ini berarti menunjukan bahwa nama Allah tidak terbatas (baca hitungan nama Allah, bagian akhir buku ini).

Banyaknya nama Allah, sampai-sampai kita seakan kesulitan untuk memilih yang mana yang paling pas buat kita untuk berdo’a. rahasianya untuk berdo’a dengan ngacak juga tidak mungkin, menghapal semuanya terlalu banyak. Allah Maha mengetahui apa yang di inginkan oleh hambanya, maka itu Allah tetapkan nama-Nya yang paling istimewa  dan yang dasyat, dan itulah “Asmaul Uzma”. Sedangkan Asmaul Uzma itu terdiri juga cukup banyak jumlahnya.

Untaian kalimat Asmaul Uzma

Kita perlu tahu bahwa Asmaul Uzma yang dijadikan sebagai”Dzikir”, wirid atau do’a ada dua macam. Ada yang pendek yaitu hanya menyebut nama Allah saja, dan ada yang panjang tersusun dalam untaian kaliamat.

Untuk do’a/dzikir yang pendek, saudara saya persilahkan melarutkan diri dan langsung mendalami bab. Dasyatnya “Asmaul Uz,ma”  sedangkan yang panjang dalam untaian kalimat, saudara saya ajak untuk mendalami dan mengikuti penjelasan dibawah ini.
 
Inilah Asmaul Uzma yang terangkum dalam untaian kalimat!
Allahumma innii as-aluka bi-annii a-syhadu a-nnaka a-ntallahu laa ilaha illaa a-ntal-ahadush-shamadul-ladzii lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuan ahad.

øÓC ÷R@@@üÙ÷C ÷Ä@û÷Ù÷C ÷Áøj÷æüv÷C üíûùÙ÷DùL ÷Ä@øÆ ÷ Für÷C üíûùÙùC û÷×øæû|ÇÆ÷C . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
üj@÷b÷CúÝø»ø øç÷Æ üÛøÃ÷é ü×÷Æ÷Ü üjùÇ÷é ü×÷Æ üìùlû÷ÆC øj÷Öû÷¡ÆCøj÷b÷ËüC ÷RüÙ÷Cû÷ËùC ÷ç|ÆùC ÷Ë

Artinya: Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, aku bersaksi bahwa sesunggungnya  engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan selain  Engkau, Yang Maha Tunggal, Yang Menjadi tumpuan, yang tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada satu orangpun yang menyamainya.

Disebutkan dalam hadits, dari buraidah berkata: Rasulullah Saw, mendengar seorang berdo’a dengan kalimat tersebut, maka beliau bersabda: Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya dia telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya yang teragung, yang jika diseur dengannya akan mengabulkan, dan jika diminta dengannya akan memberikan (HR Abu Daud dan Tarmidzi).

Allahumma innii as-aluka bianna lakalhamdu laa ilaha illaa anta badii’ussamaawati wal-ardhi yadzal jalali wal-ikraami yaa hayyu yaa qayyuumu.

÷R@@@üÙ÷C û÷ËùC ÷ç@|ÆùC ÷Ë øjüÖ÷cüÆC ÷Ä÷ÆDû÷Ù÷DùL ÷ÄøÆ÷Dür÷C üíûùÙùC û÷×øæû|ÇÆ÷C . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
 øÔüÝûøê÷¾D÷é ûøí÷bD÷é ùÔC÷nüÂùÌüüÆC÷Ü ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC÷Ý÷Öû÷sÆC ø³üéùj÷L

Artinya: Yaa Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu. Bahwa sesungguhnya bagi-Mua segala puji, tidak ada Tuhan selain Engkau, pencipta keindahan langit dan bumi, Ya Dzat Yang mempunyai kebenaran dan Keagungan, Ya dzat Yang Maha Hidup, Ya Dzat Yang Maha tegak.

Disebutkan dalam hadits, dari Anas bin malik r.a berkata: kami bersama Nabi Saw, dalam sebuah pengajian di situ ada seorang yang berdiri mengerjakan shalat. Ketika selesai ruku’ dan sujud, dilanjutkan tatsahud dan berdo’a, dalam do’anya dia menyeru dengan kalimat tersebut, maka Rasulullah Saw, bersabda: sungguh dia telah berdo’a dengan nama Allah yang teragung, yang jika diseur dengannya Allah akan mengabulkan, dan jika diminta dengannya Allah memberikan (hadits shahih At-Tirmidzi), sesuai metode Bukhari dan Muslim, tetapi tidak diriwayatkan oleh keduanya.

Allahumma innii as-aluka ahadush-shamadun lam yalid walam yuulad walam yakun lahu kufuaan ahadun.
   ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
.üj÷b÷C CúÝø»ø øç÷Æ üÛøÃ÷é ü×÷Æ÷Ü üj÷ÆüÝøé ü×÷Æ÷Ü üjùÇ÷é ü×÷Æ þj÷Ö÷z þj÷b÷C ÷Ä÷ÆDû÷Ù÷DùL ÷ÄøÆ÷Dür÷C üíûùÙùC û÷×øæû|ÇÆ÷C

Artinya: yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa Engkau adalah Tunggal, tempat bergantung, tidak beranak dan tidak diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang menyamainya.

Disebutkan dalam hadits, dari Buraidah bahwa Nabi Saw, mendengar seorang berdo’a seperti tersebut, maka Rasulullah bersabda: orang itu telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang teragung dan besar, yang bila diseur dengannya Allah akan mengabulkan dan bila diminta dengannya Allah akan memberikan.
Laa ilaha illaa anta subhanaka inii kuntumminazh-zhaalimiina.

   ÷ÛüêùÖùÆDû÷®ÆC ÷ÛûùÕ øRüÚø üíûùÙùC ÷Ä÷ÙD÷cüMør ÷RüÙ÷C û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷ Ë . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL

Artinya: tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhaliim.

Disebutkan dalam hadits dari Sa’ad bin Al_musyayid dari Sa’ad bin Malik r.a, berkata: aku mendengar Rasulullah Saw, bersabda: tidakkah kamu mau saya tunjukkan kepada nama Allah yang Teragung, yang jika berdo’a dengannya akan dikabulkan dan jika dimohonkan dengannya akan diberikan, yaitu do’a yang di ucapkan oleh “Nabi Yunus” ketika menyeru Allah didalam tiga lapis kegelapan” Laa ilaaha ila anta subhaanaka inii kuntumminazh-zhaalimiina”. Artinya tidah ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhaliim. Seorang laki-laki bertanya: wahai Rasulullah! Apakah do’a itu khusus untuk Nabi Yunus atau bisa untuk umum seluruh orang beriman? Rasulullah Saw, menjawab: apakah kamu tidak mendengar firman Allah Azza Wajalla: dan Kami selamatkan dia (Yunus) dari kegelisahan, begitu juga Kami selamatkan orang-orang yang beriman (Surat Al-Anbiya’). Dan Rasulullah bersabda: siapa saja dan dimana saja orang Islam berdo’a dengannya do’a tersebut dalam sakitnya sebanyak (40x) maka jika ia meninggal dunia akan memberikan pahala orang yang mati”Syahid”, dan jika sembuh dia akan bebas dan diampuni seluruh dosanya.

‘Ansa’dibni abii waqashi ‘anibni nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama qala du’a-u dzinnuuni fii bathnilmauti laa ilaha illaa anta subhaanaka innii kuntumminazh-zhalimiina lam yad’ubihi rajulun muslimun fii syai-iin quth-thu illastujiibalahu waqad qiila innahu ismullahil’azhamu (tafsir al-qurthubii).
   ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
 üìùk øôD÷±øi ÷ÅD÷¾ ÷×û÷Ç÷r÷Ü ùç@@üê÷Ç÷± øÓCë÷Ç÷z ûùíùMû÷ÚÆC ùÛ@÷± ùyD÷¾÷Ü üíùL÷C ùÛ@÷Lùjü²÷r üÛ÷±
 ÷Ûü@êùÖùÆDû÷®ÆC ÷Û@ùÕ øR@üÚø üíûùÙùC ÷Ä÷ÙD÷cüMør ÷R@üÙ ÷C ÷ç|ÆùC ÷Ë ùOüÝ÷cüÆC ùÛü©÷L üíùº ùØüÝûøÚÆC
 ùÓC ø×ürùC øçû÷ÙùC ÷Èüêù¾  üj÷¾÷Ü øç÷Æ ÷NüêùYøQürû÷ËùCDûø©ø¾ \ñüê÷v üíùº þ×ùÇüsøÕ þÈøX÷m ùçùLø°üj÷é ü×÷Æ
 (íM¨ n¿ÆC ns»P).......................................................................... ø×÷®ü±÷ËüC


Artinya: Dari Said Abi Waqqas dan dari nabi Saw, bersabda: Do’a Dzun-nun (Nabi Yunus) didalam perut ikan yaitu”Laa ilaaha anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhalimiina”tiada seorangpun yang berdo’a dengannya dalam suatu urusan kecuali dikabulkan baginya. Sungguh dia disebut nama yang teragung, Asmaul Uzma (tafsir Al-Qurthubii).

(Surat Al-Baqarah ayat 255 ) ayat kursi
Allahu laa ilaha illaa huwal hayyul qayyuumu laa ta-khuduhu sinnatun walaa nauumun lahu mafiissamaawaati wamaa fiil-ardhi mandzalladzii yasfa’u ‘indahu illaa bi-idznihi ya’lamu mabaina aidihim wamaa khalfahum walaa yukhihuuna bisyai-iin min ‘ilmihi illaa bimaasyaa-u wasi’a kursiyyuhussamaawaati wal-ardha walaa ya-uduhu hifzhuhumaa wahuwal’aliyyil’azhiimu (Al-Baqarah -255).
   ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
 ùOC|Ý||Öû÷sÆC üíùºD÷Õ øç@@÷Æ þÔøÝ@÷Ù÷ Ë÷Ü þö@û÷Úùr øäøjøbF÷P÷Ë øÔüÝ@ûøê÷¿üÆC ûøí÷cüÆC÷Ýå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë øÓ÷C
 ü×ùåùj@üé÷C ÷Ûüê÷LD÷Õ ø×@@÷Çü²÷é ùç@@ùÙükù HùL û÷ËùC øä÷j@üÚù± ø³÷»üs÷é üìùlû÷ÆC ÷l@üÚ÷Õ ù£üm÷ËüC üíùºD÷Õ÷Ü
 ùOC|Ý|Öû÷sÆC øçûøêùrünø  ÷³ùr÷Ü ÷ô÷DÿvD÷ÖùL û÷ËùCùçùÖüÇù±üÛùÕ \ñüê÷wùL ÷ØüÝø©ùcøéËC÷Ü ü×øæ÷»üÇ÷fD÷Õ÷Ü
(255 än¿MÆC) ................... ø×üêù®÷²üÆC ûùíùD÷²üÆC ÷Ýøå÷Ü ÷×øæø®ü»ùb øäøiüÝøð÷é ÷Ë÷Ü  ÷£üm÷ËüC÷Ü

Artinya: Allah tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melinkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus (makhluq-Nya): tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaan-Nya apa apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tampa izinin-Nya. Allah mengetahui apa–apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Surat Al-Imran ayat .1-2
Alif laam miim (1) Allahu laa ilaha illaa huwalhayyul qayyuumu (Al-Imran-1-2)

   (ØCnÖ± ÅC) øÔüÝûøê÷¿üÆC ûøí÷cüÆC÷Ýøå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë øÓ÷C(1) ×ÆÿA. ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  

Artinya: Aliif Laam Miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Surat Thaaha ayat 111
Wa’atitil wujuuhu lilhayyil qayyuumi. (Thaaha-111)

(111 -ç¨)        øÔüÝøûê÷¿üÆC ûøí÷cüÇùÆC øäüÝøXøÝüÆC ùRùÚ÷±÷Ü   .   ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  

Artinya: tundukklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).

Disebutkan dalam hadits, dari “Abu Umamah r.a, dari Nabi Saw, bersabda: sesungguhnya nama Allah Yang Teragung itu ada dalam “(3-Surat dari Al-Qur’an)” yaitu surat”(Al-Baqarah, Surat Al-Imran dan Surat Thaha)”maka cobalah kamu telusuri, kamu akan mendapatkannya dalam surat”(Al-Baqarah ayat 255”(Ayat kursi), surat Al-Imran ayat -1dan 2, Surat Thaha ayat-111’(hr al-Hakim)”

Allahumma laa ilaha ilaa antal mannaanu badi’us-samaawaati wal-ardhi yaa dzaljalaali wal-ikraami.

    ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
ùÔC÷nüÂùËüC÷Ü  ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é  ù£üm÷ËüC÷Ü  ùOC|Ý|ÖûsÆC ø³üéùj÷L  øØDû÷Ú÷ÖüÆC  ÷RüÙ ÷C û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë û÷×øæû|ÇÆ÷C

Artinya: Yaa Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Yang Maha Memberi Karunia, Yang Maha Mencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

Disebutkan dalam hadits dari An-Nas berkata: seorang laki-liki masuk mesjid dan melaksanakan shalat, lalu berdo’a dengan do’a seperti tersebut, maka Rasulullah Saw bersabda: kamu semua tahu denga apa berdo’a? Dia berdo’a dengan”Asmaul Uzma” yang jika do’a tersebut, maka Rasulullah Saw, bersabda: kamu semua tahu dengan apa dia berdo’a? dia berdo’a dengan”Asmaul Uzma” yang jika do’a dengannya akan di ijabah dan jika meminta dengannya akan diberi.

Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamdu laa ilaha illaa antal mannanu yaa badi’us-samaawaati wal-ardhi yaadzaljalaali wal-ikrammi.

÷R@üÙ ÷C û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë øj@üÖ÷cüÆC ÷Ä÷Æ û÷Ø÷DùL ÷ÄøÇ÷ðür÷C üíûùÙùC û÷×@øæû|ÇÆ÷C . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
ùÔC÷n@@@@@@@@@@@üÂùËüC÷Ü ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@@|Öû÷sÆC ³üéùj@@@÷LD÷é øØDû÷Ú@@@÷ÖüÆC

Artinya: yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, nahwa segala puji bagi-Mu tidak ada Tuhan selain Engkau. Yaa Tuhan Penganugrah kehidupan, yaa Tuhan pencipta keindahan langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.

Disebutkan dalam hadits An-Nas bin Malik berkata: Rasulullah Saw, bertemu dengan”Zaid bin Shamit” yang sedang shalat dan berdo’a dengan do’a tersebut, maka Rasulullah Saw, bersabda: sungguh dia telah berdo’a kepada Allah dengan nama-Nya yang teragung (Asmaul Uzma), yang jika berdo’a dengannya Allah akan mengabul;kan dan jika memohon dengannya Allah akan memberikan.

Allahumma inni as-aluka bi-anna lakal hamda laa ilaha illaa anta wahdaka laasyarika lakal mannaanu badi’ussamaawaati wal-ardhi yaadzal jalaali wal-ikrami.

÷R@@øÙ ÷C û÷ËùC ÷ç@|ÆùC÷Ë øjüÖ÷cüÆC ÷Ä÷Æ û÷ØùC ÷ÄøÇ÷ðür÷C üíûùÙùC û÷×@øæû|ÇÆ÷C . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
 ùÔC÷n@üÂùËüC÷Ü ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@|Öû÷sÆC ø³üéùj÷L øØDû÷Ú÷ÖüÆC ÷Ä÷Æ ÷Äüéùn÷v÷Ë ÷Á÷j@üb÷Ü

Artinya: Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa hanya milik-Mu segala puji, tidak ada Tuhan selain Engka sendirian, tidak ada sekutu bagi-Mu, Yang Maha Memberi karunia, Yang Maha Menciptakan langit dan bumi, wahai Tuhan Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.

Disebutkan dalam hadits dari An-Nas bahwa Rasulullah Saw, mendengar seorang berdo’a seperti tersebut, maka beliau bersabda: sungguh kamu telah meminta Allah dengan nama Allah Yang Maha Teragung (Asmaul Uzma), yang jika berdo’a dengannya akan ijabah dan jika meminta dengannya akan diberi.

Allahumma inni as-aluka biannakal hamda laa ilaha illaa antal manaanu yabadi’ussamaawaati wal-ardhi yadzaljalaali wal-ikrami yahayyu yaqayyuumu innii as-aluka.

øØDû÷Ú÷ÖüÆC ÷RüÙ÷C û÷ËùC ÷ç|ÆùC ÷Ë øjüÖ÷cüÆC ÷Äû÷Ù÷DùL ÷ÄøÇ÷ðür÷C üíûùÙùC û÷×øæû|ÇÆ÷C.×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
    ÷Ä@øÇ÷ðür÷CëûùÙùC øÔüÝ@ûøê÷¾D÷é ûøí÷bD÷é ùÔC÷n@üÂùËüC÷Ü ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý|Öû÷sÆCø³üéùj@÷LD÷é

Artinya: yaa allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa bagi-Mu segala puji, tidak ada Tuhan Engkau, Yang Maha memberi karunia, Yaa Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Yaa Tuhan yang mempunyi keagungan dan kemuliaan, wahai Tuhan yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku memohon kepada-Mu.

Disebutkan dalam hadits, dari An-Nas bin Malik berkata: aku bersama Rasulullah Saw, duduk dalam pengajian, disitu ada seorang berdiri shalat. Ketika selesai ruku’ sujud dan tasyahhud, didalam do’anya dia berkata seperti tersebut, maka Rasulullah bertanya: lakukan dengan apa dia berdo’a kepada Allah? Para sahabat menjawab: Allah dan Rasul-Nya, sungguh dia telah berdo’a kepada Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Rasulullah Saw, bersabda: demi Allah yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sungguh dia telah berdo’a kepada Allah Asmaul Uzma, yang jika berdo’a dengannya akan diijabah dan jika meminta dengannya akan diberi.

Yaa hayyu yaa qayyuumu a-hyaan syarahiyaan

      DúêùåC÷n÷vDúêüå÷C øÔüÝûøê÷¾D÷é ûøí÷bD÷é . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  

Artinya: disebutkan dalam hadits dari Aisyah berkata: Rasulullah Saw, bersabda: Sesungguhnya nama Allah yang sangat teragung, adalah nama Allah yang dipakai berdo’a oleh “(Ashaf bin Barkhiya)” yaitu Yaa hayyu Yaa qayyuumu”, bahasa suryaniyahnya”Ahyan Syarahiyan”

Yaa ilaahanaa wailahaa waahidan laa ilaha illaa anta.

  ÷R@üÙ÷C û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë Cúj@ùbC÷ÜD÷æ|ÆùC \ñüê÷v ùûÈø ÷ç@@|ÆùC÷ÜD÷Ú÷æ|ÆùCD÷é . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  

Artinya: ya Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan Yang Esa tidak ada Tuhan kecuali Engkau.

Menurut Zuhri, berdo’a tersebut adalah Asmaul Uzma.
Ya ilaahanaa wa ilaha kulli syai-iin yaa dzal jalaali wal-ikraami.

ùÔC÷nüÂùËüC÷Ü ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é \ñüê÷v ùûÈø ÷ç|ÆùC÷ÜD÷Ú÷æ|ÆùCD÷é  . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  

Artinya: ya Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, ya Tuhan yang mempunyai keagungan dan kemuliaan.

Menurut Mujahid do’a tersebut adalah termasuk “Asmaul Uzma” suhaaii berkata: orang yang mempunyai ilmu dari kitab yaitu “Ashaf bin Barkhiya” anak keponakan “Nabi Sulaiman”.
Huwallahulladzii laa ilaha illaa h’alimul ghaibi wasy-syahadati huwarrahmaanurrahiimu (22x)
Huwallahulladzii laa ilha illa huwalmalikul qudduusus-salamul mukminuunal muhaimiinul ’aziizul jabbaarul mutakbbiru subhaanallahi ‘amma yusyrikuuna. Huwallahul khaliqul baari-ul mushawwiru lahu asmaul husna yusabbihu lahu maa fissamaawaati wal-ardhi wahuwal ‘aziizul hakiimu.(34x).

×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
(22*)ø×üêùb ûnÆC øÛ|Öüb ûnÆC ÷Ýøåùõ÷iD÷æû÷wÆC÷Ü ùNüê÷·üÆC ø×ùÆD÷± ÷Ýøå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë üìùlû÷ÆCøÓC÷Ýøå
øÛüêùÖüê÷æøÖüÆC  ÷ØüÝ@øÚùÕüãøÖüÆC  øÔ÷Ìû÷sÆC øqüÝûøj@ø¿üÆC øÄùÇ÷ÖüÆC÷ Ýøå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë üìùlû÷ÆC øÓC ÷Ýøå 
øîùmD÷MüÆC øÀùÇ÷f øÓC÷Ýøå(23*)÷ØüÝøÂùnüwøéDû÷Ö÷± ùÓC ÷ØD÷cüMør ønûùM÷Ã÷QøÖüÆC ømDû÷M÷YüÆCøpüéùp÷²üÆC
÷Ýøå÷Ü ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@|Öû÷sÆC üíùº÷DÕ øç@@÷Æ ød@ûùM÷søé ÷Û@üsøcüÆC øôD÷Öür÷ËüC øç÷Æ øm ûùÝ@÷¡øÖüÆC
(34*)................................................................................. ø×üêùÃ÷cüÆC øpüéùp÷²üÆC

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Raja, yang maha Suci. Maha sejahtera, Yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa. Yang Maha Memiliki. Segala keagungan, maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang menciptakan, Yang mengadakan, Yang membentuk “Rupa”, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik, bertasbih kepada-Nya apa yang ada dilangit dan dibumi. Dan dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Hasyr-22-24).

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah berkata: aku bertanya kepada Abul Qasim asulullah Saw, tentang “Asmaul Uzma” (nama Allah teragung). Rasulullah Saw menjawab: hai Abu Hurairah, kamu harus tahu akhir Surat Al-Hasyr, maka banyak-banyaklah kamu membacanya.
‘an Anasibni maliki anna Rasulillahi shalallahu ‘alaihi wasallama qala man qara-a suratal hasyri ghafarallahu lahu maataqaddama mindzanbimi wamaata-akhara.

ùçüê÷Ç÷± øÓCë÷Ç÷z ùÓC ùÅüÝ@ør÷m üØ÷C ùÄùÆD÷Õ ùÛ@üL ùt÷Ù÷C üÛ÷± .  ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
÷nû÷f÷ F÷PD÷Õ÷Ü ùç@ùMüÙ÷k üÛ@ùÕ ÷Ô û÷j@÷¿÷PD÷Õ øç@÷Æ øÓC ÷n@÷»÷µ ùnü@s÷cüÆC ÷õC÷müÝ@ør÷G÷n÷¾ :÷ÅD÷¾ ÷×û÷Ç÷r÷Ü

Artinya: dari Annas bin Malik bahwa Rasulullah Saw, bersabda: barangsiapa yang membaca Surat Al-Hasyr. Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan dating.

Huwalladzii laa ilaha illa huwa ‘alimul ghaibi wasy-syahadati huwarrahmaanurrahiimu huwallahulladzii laa ilaha illaa huwal malikul qudduusus-salamul mukminuunal muhaiminul ‘aziizul jabbarul mutakabbiu subhaanallahi ‘ammaa yusyrikuuna.
×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
 øÓC÷Ýøå ø×üêùbûnÆC øÛ|Öüb ûnÆC÷Ýøå ùõ÷iD÷æû÷wÆC÷Ü ùNüê÷·üÆC ø×ùÆD÷± ÷Ýøå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë üìùlû÷ÆC øÓC÷Ýøå
øÛ@üêùÖüê÷æøÖüÆC ÷ØüÝ@øÚùÕüã@øÖüÆC øÔ÷Ì@û÷sÆC øqüÝûøj@@@ø¿üÆC øÄùÇ÷ÖüÆC ÷ Ý@øå û÷ËùC ÷ç@|ÆùC÷Ë üìùl@û÷ÆC
÷ØüÝ@@@@øÂùn@üwøé  û÷×@@@@÷± ùÓC ÷ØD÷cüMør  øn@@@ûùM÷Ã÷QøÖüÆC ømDû÷M@@÷YüÆC øp@@@@@@@@üéùp@÷²üÆC

Artinya: Dia itu adalah allah, yang tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Dia, yang mengetahui yang bersembunyi (Ghaib) dan nyata. Dia itu yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang. Dia itu Allah yang tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Dia. Dia itu Yang Maha Raja. Yang Maha Suci. Yang Maha Penyelamat. Yang Maha Memberikan keamanan. Yang Maha terpercaya. Yang Maha Perkasa. Yang Maha Kuasa. Yang Maha Besar. Maha Suci Allah dari apa yang disekutukan orang.
Disebutkan dalam hadits, dari Jabir bin Zaid berkata: sesungguhnya nama Allah yang teragung adalah “Allah” tidakkah kamu mendengar allah berfirman:
huwallahulladzii laa ilaha illa huwal’alimul ghaibi wasy-syahadati huwarrahmaanurrahiim. huwallahulladzii laa ilaha illaa huwal malikul quddusu salamu mukminu muhaiminul’aziizul jabbaru subhaanallahi’amma yusyrikuuna. (tafsir at-thabrani).
×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL  
 øÓC÷Ýøå ø×üêùbûnÆC øÛ|Öüb ûnÆC÷Ýøå ùõ÷iD÷æû÷wÆC÷Ü ùNüê÷·üÆC ø×ùÆD÷± ÷Ýøå û÷ËùC ÷ç|ÆùC÷Ë üìùlû÷ÆC øÓC÷Ýøå
øÛ@üêùÖüê÷æøÖüÆC ÷ØüÝ@øÚùÕüã@øÖüÆC øÔ÷Ì@û÷sÆC øqüÝûøj@@@ø¿üÆC øÄùÇ÷ÖüÆC ÷ Ý@øå û÷ËùC ÷ç@|ÆùC÷Ë üìùl@û÷ÆC
÷ØüÝ@@@@øÂùn@üwøé  û÷×@@@@÷± ùÓC ÷ØD÷cüMør  øn@@@ûùM÷Ã÷QøÖüÆC ømDû÷M@@÷YüÆC øp@@@@@@@@üéùp@÷²üÆC

Yaa nuurus samaawaati wal-ardhi yaazainas samaawaati wal-ardhi yaa jabbaras samaawaati wal-ardhi yaa’imaadas-samaawaati wal-ardhi yaabadi’us-samaawaati wal-ardhi yaa dzaljalaali wal-ikrami yaa sharikhal mustasri khiina wayaa ghayyatsal mustaghiisiina wamuntahal ‘aabidiinal mufarrihal makruubiinal murawwiha ‘anil maghmuumiina wamujiiba du’a-il mudhthariina wakasifal karbi wayaa ilahl ‘aalamiina wayaa arhamarrahimiin. 
×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL
ùOC|Ý@|Öû÷sÆC÷mDû÷M÷XD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@|Öû÷sÆC  ÷Û@üé÷oD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@@|Öû÷sÆCømüÝ@@øÙD÷é
 ùÅ÷Ì÷YüÆC÷kD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@|Öû÷sÆC ø³üéùj÷LD÷é ù£üm÷ËüC÷Ü ùOC|Ý@|Öû÷sÆC ÷iD÷Öù±D÷é ù£üm÷ËüC÷Ü
 ÷ÛüéùjùLD÷²üÆC ë÷æ÷QüÚøÕ÷Ü ÷Ûüêùsüêù·÷QüsøÖüÆC ÷SDû÷ê÷µD÷é÷Ü ÷Ûüêùfùnü¡÷QüsøÖüÆC ÷hüéùn÷zD÷é ùÔ÷nüÂùËüC÷Ü
 ÷Ûüéùn÷©ü¥øÖüÆC ùôD÷±øi ÷N@üêùYøÕ÷Ü ÷Û@üêùLÝøMü·÷ÖüÆCùÛ@÷± ÷aûùÜ÷nøÖüÆC ÷Û@üêùLüÜønüÃ÷ÖüÆC  ÷aûùn@÷»øÖüÆC
 ÷ÛüêùÖùb ÷ûnÆC ÷×÷büm÷CD÷é÷Ü ÷ÛüêùÖ÷ÆD÷²üÆC ÷ç|ÆùCD÷é÷Ü ùKün÷ÃüÆC ÷¼ùs÷Â÷Ü

Artinya: wahai dzat yang menjadi cahaya langit dan bumi, wahai dzat yang menjadi hiasan langit dan bumi, wahai dzat yang memiliki keaguangan dan kemuliaan, wahai dzat yang menyuarakan teriakan orang-orang yang berteriak, wahai dzat yang menolong orang-orang yang meminta pertolongan, yang menjadi tumpuan orang-orang yang beribadah, yang melapangkan orang-orang yang tertimpa bencana, yang menggembirakan orang-orang yang resah gelisah, yang memenuhi do’anya orang-orang tertindas, yang menyingkirkan bencana, wahai Tuhan seluruh alam, wahai dzat yang sebaik-baik pemberi rahmat.

Disebutkan dalam hadits dari “Huzaifah bin Al-Yaman” berkata: dating Jibril kepada Nabi Saw, dan berkata: hai Muhammad! Ketahuilah, sama sekali aku tidak diutus kepada seorang Nabi yang paling menyenangkan kecuali kepadamu! Ketahuilah, aku akan mengajarkan kepadamu tentang  nama-nama Allah (Asmaul Uzma). Nama-nama itu adalah yang paling disukai Allah jika dipergunakan untuk berdo’a, maka katakana”Yaa nuurussamaawaati ………….ilah’ seperti tersebut di atas, pasti seluruh keperluanmu atau apa saja yang kamu perjuangkan menjadi kenyataan.
Demikianlah Asmaul Uzma yang teragung dalam kalimat. Sungguh betapa dasyatnya, sungguh betapa hebatnya, sungguh betapa keagungannya. Rasulullah Saw, menjamin bberdo’a dengannya pasti diterima, meminta dengannya pasti diberi, saudara bias membacanya untuk keperluan apa saja, untuk menyelesaikan perselisihan, untuk menyembuhkan penyakit, untuk mengangkat derajat, untuk mengembalikan kehormatan, untuk mengokohkan kedudukan, dan lain sebagainya. Silakan saudara pilih salasatu dari sekian Asmaul Uzma yang terdiri dari “15 kalimat tersebut” bacalah sebanyak-banyaknya menurut niat dan keyakinan saudara, saudara bias menetapkan sendiri dalam bilangan tertentu. Misalnya saudara tetapkan bilangan “99” secara khusus apa permohonan saudara boleh dengan berkata “Yaa Allah kami mohon……..”

Macam-macam do’a

Sekalipun kita dijamin Rasulullah tentang terkabulnya do’a, bukan berarti berdo’a asal bunyi atau melantunkan untaian kalimat. Kita musti tahu bahwa dalam berdo’a ada adab dan takarannya. Awali dengan membaca “Alhamdulillah. Allahumma. Shalli’alaa syayyidina Muhammad’. Baru berdo’a. usahakan kondisi tubuh suci dari najis dan hadats. Cari waktu yang tepat, dan konsentrasikan pikiran dan pantenkan hati hanya tertuju kepada Allah. Allah tidak menerima do’a orang yang disamp[aikan setengah-setengah, berangkat dari hati yang kosong lalai dan main-main.

Pada dasarnya do’a itu ada dua macam.

Do’a masalah dan permohonan.

Du’aa-ul mus-alati wath-thalabi.
N÷Çû÷©ÆC÷Üùö|÷Ç÷ðüsøÖüÆCøôD÷±øi . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL ø

Do’a masalah yaitu permohonan kepada Allah untuk menghilangkan masalah berat yang dihadapi atau menolak bahaya-bahaya yang menimpa. Misalnya minta dihilangkan penyakit yang diderita, minta dihilangkan kebencian dan diakurkan kembali setelah bertengkar, atau minta diselamtkan dari segala yang membahayakan.
Do’a permohonan “Du’a-uth-thalab” yaitu do’a permohonan kepada Allah untuk memperoleh sesuatu yang bermanfa’at. Misalnya meminta diberikan anak yang shaleh, rizqi yang luas, dan sebagainya.
Do’a masalah dan permohonan juga disebut”Do’a Khusus” atau do’a special. Sebab setiap orang mempunyai masalah yang berbeda-beda. Mungkin juga masalahnya bias sama. Tetapi kadar dan tingkat urgensi serta tingkat tekanannya berbeda-beda, ada yang merasakan berat dan ada yang menganggap biasa-biasa saja. Maka setiap orang memerlukan dan menghendaki adanya do’a khusus.
Dengan menggunakan salasatu dari nama-nama Allah Yang teragung (Asmaul Uzma) dan nama-nama Allah yang indah (Asmaul Uzma) kita bias mengkhususkan permintaan atau pemohonan kepada Allah. Sebab di dalam setiap nama Allah terkandung kekuatan yang sangat dasyat untuk menguraikan dan menjadi solusi masalah yang kita hadapi. Uraikan satu demi satu persoalan anda dengan nama Allah secara khusus, jangan diajukan secara gelobal (baca penjelasan ma’rifatullahi kepada manusia). Di sinilah pentingnya menyampaikan masalah setelah menyebut nama Allah.
Ibnu Taimiyah merekomendasikan. Jika anda menyampaikan “Do’a Masalah” yaitu mohon kepada Allah minta diberikan sesuatu, atau dihindarkan dari sesuatu, maka gunakan salasatu Asmaul husna sesuai  dengan masalahnya, dan didahului dengan “Lafdzul jalalah” Allah misalnya: meminta keahlian: Yaa Allah Yaa Khabir-Yaa Allah Yang Maha Memberi keahlian! Berikan aku keahlian. Minta dicegah dari tertimpa kebangkrutan usaha, maka ucapkan-Yaa Allah Yaa Maani’-Yaa Allah Yang Maha Mencegah! Cegahlah kami dari bangkrut dalam usaha.

Du’a-ul ‘ibaadati was-sanaa-i
ùôD÷Úû÷wÆC÷Ü ùõ÷iD÷Mù²üÆC øôD÷±øi . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL

Yaitu menyeru menyebut nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna dalam rangkaian Dzikir secara umum. Di situ tidak secara khusus disebutkan permintaan atau permohonan sesuatu itu sebabnya rasulullah Saw bersabda:
Afdhalud-du’a-i alhamdulillahi rabbil’alamiina

÷ÛüêùÖ÷ÆD÷²üÆC ûùK÷m ùçû|ÇùÆ øjüÖ÷cüÆC÷C ùôD÷± ûøjÆC øÈ÷¥üº÷C . ×êbûnÆCÛ|ÖbûnÆCÓC×sL 

Artinya: sebaik-baiknya do’a adalah”Alhamdulillahi rabbil’alamiina”,

Menyebut seluruh nama Allah adalah do’a ibadah. Memuji dengan sifat-sifat-Nya yang sempurna adalah ibadah. Di situ juga terkandung permohonan sesuai dengan makna yang ditujukkan oleh nama Allah tersebut oleh Rasulullah saw, dalam sabdanya: Do’a adalah Ibadah. ……………..


Rahmat Mulyadi
Taman Bima Permai Jln: Sena III. Blok A 11. Cirebon Jabar
Email: lanangnukas@gmail.com/rahmatmulyadi65@yahoo.com

2 komentar:

  1. Qabiltu, Ya Bapak Rahmat Mulyadi mohon halalkan untuk diamalan semuga mendapat manfaat dan barakah....aamiin. jazakallaahu khairan katsiiran ila lika.

    BalasHapus
  2. Assalammualaikum, semoga bapak dalam rahmat Allah.

    BalasHapus